Pasir adalah bahan bangunan yang serbaguna dan esensial dalam konstruksi. Jenis pasir yang digunakan dapat memengaruhi kekuatan, tekstur, dan daya tahan dari berbagai material bangunan. Berikut adalah beberapa jenis pasir yang umumnya digunakan dalam industri konstruksi:

Pasir Beton

Diproses khusus untuk penggunaan dalam campuran beton, pasir beton memiliki butiran yang beragam ukurannya dan umumnya bebas dari kotoran organik atau material lain yang dapat mengurangi kualitas beton.

Pasir Urug

pasir satu ini didapatkan dari hasil penyaringan limbah pasir seperti sisa ayakan atau sisa pasir yang dicuci. Tekstur pasir urug sudah pasti berbeda dengan jenis pasir sebelumnya. Pasir urug memiliki tekstur yang lebih kasar. Kualitasnya pun biasa saja karena memang penggunaannya bukan untuk fondasi atau merekatkan batu bata. Jenis pasir ini digunakan untuk menyebarkan beban sekaligus menstabilkan tanah.  Pasti Anda pernah dengar ada seseorang yang berkata “Pasirnya harus diurug dahulu”, bukan? Kalimat ini menandakan bahwa tanah sebagai lahan yang akan dibangun perlu diratakan terlebih dahulu agar proses pembangunan dapat dilaksanakan dengan lancar.

Pasir Mundu

Pasir mundu sangat umum digunakan dalam proyek konstruksi. Namanya kemungkinan besar asing di telinga Anda yang tidak tahu menahu soal konstruksi. Namun Anda akan mengenali pasir mundu ini dari teksturnya yang kasar dan warnanya yang kecokelatan.  Anda tidak akan kesulitan mencari jenis pasir satu ini karena tersedia di berbagai tempat. Harganya juga terjangkau jika dibandingkan dengan jenis pasir lainnya. Pasir mundu biasanya menjadi bahan campuran untuk plester atau perekat batu bata dan batako.

Pasir Pasang

Pasir pasang menjadi jenis pasir yang lebih halus dari yang lainnya. Teksturnya yang halus menunjukkan kualitas dan sifat rekatnya yang sangat bagus untuk proses konstruksi. Pasir pasang digunakan untuk merekatkan batu bata,keramik, batu alam, dan lain sebagainya.

Pasir Putih Rangkas

Sesuai namanya, pasir jenis ini dihasilkan dari galian yang berlokasi di Rangkas Bitung, Provinsi Banten. Pasir ini memiliki warna putih ke abu-abuan dengan tekstur yang lembut namun terdiri dari butir-butir besar sehingga tidak halus seperti pasir pasang.

Meskipun dijual dengan harga yang murah, kualitasnya tetap baik untuk digunakan dalam proses pembangunan suatu bangunan. Pasir putih rangkas digunakan untuk merekatkan (plester), memasang keramik, cor fondasi, pembuatan batako, genting, hebel, dan lain sebagainya.

Pasir Merah atau Jebrod

Anda pasti sudah tidak asing dengan jenis pasir yang satu ini. Pasir merah atau yang juga dikenal dengan sebutan Jebrod sering digunakan untuk membuat beton. Pasir merah akan dicampur dengan pasir beton supaya daya rekat yang dihasilkan makin kuat. Pasir ini memiliki warna merah yang beragam seperti warna merah bata, merah kecokelatan, dan merah oranye.

Pasir Sungai

Pasir sungai memiliki tekstur kasar karena berasal dari batuan sungai yang keras. Tetapi bukan berarti teksturnya sangat kasar. Pasir sungai masih masuk ke dalam pasir halus karena memiliki daya rekatnya tidak kalah dengan jenis-jenis yang lain. Pasir sungai sering dipilih dalam membangun fondasi karena sudah terbukti lebih tahan lama.

Pasir Bangka

Terakhir ada jenis pasir bangka yang berasal dari Bangka Belitung. Pasir satu ini dapat dikatakan memiliki kualitas yang sangat bagus. Warnanya cukup beragam tergantung pada tempat galian pasir tersebut.

Ada yang berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecokelatan. Dalam konstruksi, pasir ini digunakan untuk pembuatan beton, plester, cor, dan masih banyak lagi.

Pasir Saringan

Pasir saringan atau pasir ayak digunakan setelah disaring untuk menghilangkan butiran halus dan mendapatkan hasil yang konsisten dalam aplikasi seperti plesteran atau finishing permukaan.

Ciri-Ciri Pasir yang Bagus

Dalam proyek konstruksi atau pembangunan, pasir menjadi salah satu bahan material utama yang tidak boleh terlewatkan. Keberadaannya sangat penting karena digunakan untuk menjadi perekat dengan bahan lain seperti semen yang akan membuat bangunan menjadi kokoh.

Namun ternyata selain jenis-jenis yang baru saja dijelaskan, pasir juga dapat dibedakan kualitasnya berdasarkan karakteristik standar SNI. Berikut beberapa ciri-cirinya:

  1. Pasir tidak boleh hancur total saat diuji dengan Natrium Sulfat. Total bagian yang hancur hanya boleh mencapai maksimal 12%. Di sisi lain, saat diuji dengan Magnesium Sulfat, bagian yang hancur maksimal hanya 10%.
  2. Tidak boleh mengandung lumpur berlebihan. Jika diukur maka kandungan lumpur dalam pasir tersebut tidak boleh melebihi 5%. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena kandungan lumpur bisa dikurangi dengan mencuci pasir tersebut.
  3. Tidak mengandung banyak bahan organik.
  4. Pasir yang kuat akan memiliki reaksi negatif dengan golongan alkali.
  5. Indeks kekerasan pasir tersebut harus di bawah 2.2.
  6. Karakteristiknya memiliki butir yang keras dan tajam.
  7. Susuran pasir harus beraneka ragam.
  8. Penggunaan pasir laut tidak diperkenankan kecuali sudah memiliki izin, diakui, dan berdasarkan petunjuk lembaga pemerintahan.

Itu dia jenis-jenis pasir yang biasanya digunakan dalam proyek konstruksi. Anda bisa langsung mencari pasir bangka di KlopMart sekarang! KlopMart sebagai tempat distribusi material yang lengkap dan tepercaya akan memudahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan.