Lisplang adalah salah satu bagian bangunan yang berguna untuk mempercantik rumah dan menutup bagian atas bangunannya. Sehingga dengan memakainya akan membuat rumah terlihat lebih rapi saat melihatnya dari arah bawah.Dalam dunia arsitektur dan desain bangunan, lisplang muncul sebagai elemen yang sering diabaikan tetapi memiliki peran penting dalam meningkatkan estetika dan fungsionalitas sebuah bangunan. Lisplang, yang sering kali ditempatkan di sekitar pinggiran atap atau tepi dinding, bukan hanya memberikan sentuhan dekoratif, tetapi juga bertugas sebagai pelindung struktural. Lisplang memiliki beragam jenis, mulai dari yang sederhana hingga yang artistik. Lisplang konvensional mungkin hanya berfungsi sebagai perlindungan dari air hujan, sementara lisplang artistik dapat menjadi karya seni tersendiri yang menambah keindahan visual bangunan.

 

Lisplang dan Fungsinya

1. Fungsinya Dilihat dari Segi Konstruksi

Dilihat dari segi konstruksinya, fungsi papan tepi ini berguna untuk membentuk rigid yang berasal dari susunan kaso. Seperti yang diketahui bahwa pada dasarnya batang kayu kaso biasanya hanya memanfaatkan paku kecil saja untuk menahannya. Sehingga kemungkinan besar susunan kaso bisa bergeser. Maka dari itu supaya tidak sampai geser, Anda bisa mencegahnya menggunakan lisplang.
Dengan menggunakan papan tepi, maka bagian ujung atap semakin rapi dan terlindung oleh air hujan serta sinar matahari. Sehingga atap rumah bisa terhindar dari segala macam kerusakan akibat dari air hujan dan sinar matahari. Karena ketika hujan tiba, airnya mungkin tidak langsung jatuh sempurna. Namun bisa merembes lewat atap.
Untuk itu supaya rembesannya tidak terkena struktur usuk dan reng, maka dibutuhkan papan tepi. Lebih dari itu, lisplang ini juga berguna untuk pemisah antar ruang. Maka dari itu bagian bangunan ini sering dimanfaatkan untuk atap berbentuk segitiga di daerah tropis.

2. Fungsinya Dilihat dari Segi Estetika

Bagian bangunan ini efektif membuat pemandangan ruangan rumah semakin rapi. Maka dari itu bagian ini sering disebut sebagai aksesoris rumah supaya lebih manis. Namun proses pemasangannya tidak boleh asal dan harus terencana ketinggian dan lebarnya agar sesuai dengan kebutuhan rumah.
Bila ditinjau dari segi estetikanya, bagian ini bisa disesuaikan dengan tema rumah. Misalnya bila ingin membuat rumah tradisional, maka dengan adanya papan ini bisa memberikan ciri khas tersendiri pada sebuah bangunan. Cara untuk mengaplikasikannya adalah dengan menambahkan ukiran yang khas dengan rumah tradisional.

Jenis-Jenis Lisplang

    1. Lisplang Kayu Polos
    2. Lisplang Kayu Motif
    3. Lisplang Metal
    4. Lisplang Beton
    5. Lisplang GRC

1. Lisplang Kayu Polos

Ini termasuk jenis papan tepi yang paling tua di Indonesia. Itulah sebabnya jenis ini sering dimanfaatkan untuk bangunan tradisional Jawa dan Bali. Biasanya jenis ini terbuat dari papan kayu berukuran sebesar 20 cm. Sedangkan ketebalannya antara 2 cm sampai dengan 3 cm. Dilihat dari beratnya, jenis ini adalah yang paling ringan tapi kuat.
Kelebihannya dibandingkan dengan yang lain adalah bentuknya bisa diukir sesuai kebutuhan ke dalam beberapa variasi sekaligus. Maka dari itu tidak heran bila hal ini membuatnya sering dimanfaatkan untuk mempercantik rumah tradisional di Bali. Namun meski begitu, ada pula yang bentuknya lebih modern.
Biasanya papan tepi kayu yang berasal dari jati, bengkirai, dan kamper itu lebih kuat terhadap perubahan cuaca. Hanya saja sayangnya tipe ini rentan terhadap pembusukan dan cuaca. Bila Anda ingin membangun rumah beratap miring, sebaiknya pilih jenis papan ini. Karena papan ini berasal dari kayu polos.
Mengingat tampilannya sederhana, sehingga papan ini cocok juga digunakan untuk rumah minimalis yang kesannya natural. Sedangkan untuk bahan utamanya biasanya terbuat dari kayu meranti sehingga karakternya keras dan durabilitasnya tinggi.

2. Lisplang Kayu Motif

Bila Anda ingin membuat rumah beratap limas tradisional, maka jenis papan ini cocok sekali. Karena dengan kayu motif akan membuat nuansa etnik tradisional semakin kuat. Sehingga rumah menjadi terlihat lebih mewah dan unik. Maka dari itu bila ingin mendapatkan motif yang terbaik, pilih sentra pengrajin yang berkualitas.
Bila perlu, tunjukkan motif yang Anda inginkan supaya bisa mendapatkan corak yang sesuai dengan kebutuhan. Setidaknya bila dari awal motifnya sudah disiapkan, maka itu akan membuat desain motif dan ukirannya selaras dengan fasad rumah Anda.

3. Lisplang Metal

Mengingat harga kayu semakin mahal karena kelangkaannya, maka solusinya adalah menggunakan metal. Yaitu dari alumunium, galvanis, dan alumezine yang harganya lebih murah tanpa mengurangi kualitasnya. Jenis papan ini memiliki beberapa pilihan ketebalan tertentu. Yaitu dimulai dari 0,6 cm sampai dengan 0,9 cm.
Untuk tampilannya sendiri lebih minimalis jadi cocok sekali untuk rumah modern. Dilihat dari segi pemasangannya juga lebih praktis. Begitu juga dengan pengecatan dan juga proses perawatannya.
Tidak hanya itu saja, kelebihan dari lisplang ini adalah bebannya ringan, tipis, tapi kuat. Anda bisa lebih mudah memasangnya dengan rapi saat menggunakannya. Selain itu, jenis atap ini juga cocok sekali bila dipasang di atas rangka atap baja ringan.
Biasanya bahan ini terbuat dari campuran alumunium dan galvanis. Sehingga ketahanannya lebih baik dari hujan dan panas. Karena ketahanannya sangat baik, tidak heran bila jenis atap ini biasanya jauh lebih mahal dibandingkan jenis yang lainnya. Dalam hal ini, bila Anda ingin mendapatkan tampilan yang sempurna, sebaiknya pilih genteng dari metal pasir. Sehingga desain antara gentengnya menjadi lebih baik dan serasi.

4. Lisplang Beton

Untuk jenis ini biasanya dibuat menggunakan cetakan khusus. Itulah kenapa bentuknya menjadi lebih rapi dan presisi. Kelebihan dari jenis ini dibandingkan yang lain adalah tidak akan busuk, dan kuat dari panas serta hujan. Hanya saja, tipe ini tidak dapat memberikan nuansa natural layaknya kayu meski motifnya bergambar kayu.
Selain itu, pilihan bentuknya juga tidak banyak. Masih kalah dari lisplang kayu. Namun kualitasnya tetap bagus, meski harganya masih lebih mahal dibandingkan dengan jenis kayu kelas 1. Yang pasti, jenis ini cocok sekali digunakan untuk rumah modern dan mewah, rumah bertingkat, atau rumah yang atapnya datar (dicor).
Untuk proses pemasangannya juga lebih murah dibandingkan jenis lisplang lainnya seperti berasal dari beton dan kayu. Untuk durabilitasnya juga lebih baik bila dimanfaatkan untuk talang air hujan. Umumnya jenis papan ini dijual dalam bentuk motif dan polos berukuran 0,9 cm.

5. Lisplang GRC

Papan GRC ini sifatnya ringan, anti cuaca, dan sangat kuat. Itulah kenapa jenis ini mudah ditemukan di toko bangunan mana saja. Umumnya beberapa orang memilihnya untuk rumah modern karena bentuknya sederhana. Namun ada pula yang ditambahkan dengan motif serat kayu supaya kelihatan natural. Dilihat dari segi harga, jenis ini tidak begitu mahal. Namun kualitasnya sangat bagus dan sesuai dengan harga yang ditawarkan pada umumnya.